Belajar Pangan Lokal Dengan Pak Parmin

Pak Parmin tinggal di Kecamatan Jakenan tepatnya di desa Kalimulyo. Keseharian pak Parmin adalah bercocok tanam, pada saat musim penghujan beliau menanam padi dibantu istri dan kerabatnya, setelah musim penghujan usai beliau menanam kacang - kacangan ,ketela, dll.

Sepulang sekolah saya berkunjung ke rumah pak Parmin. Saat sampai dirumah pak Parmin saya melihat pak Parmin duduk didepan teras dengan menatap langit - langit. Saya menyapa dan berbincang - bincang dengan pak Parmin untuk membahas pangan lokal. Saya menanyakan cara menanam ,cara memanen, cara mengolah,dan cara penyajian pangan lokal.

Menurut pak Parmin, masyarakat Desa Kalimulyo memiliki tradisi menanam ketela. Masyarakat desa menanam ketela dengan cara, yaitu siapkan batang ketela yang sehat dan besar, lalu ditancapkan ke tanah gundukan yang sudah di siapkan untuk menanam ketela tersebut. Menurut pak parmin, menanam ketela cukup memakan waktu yang lama, mulai menunggu daun tumbuh sekitar 2 minggu, dan akan siap panen sekitar 6-8 bulan. Cara memanennya dengan mencabut ketela yang siap dipanen, lalu pisahkan dengan batangnya. Setelah dipanen, ketela siap diolah dengan cara direbus atau bisa ditambahkan gula merah.
Pak parmin dan cerita ketelanya, merupakan bukti nyata bahwa masyarakat kita memiliki pengetahuan dan tindakan dalam mewujudkan kebutuhan pangan. Dari pak Parmin dan bentangan sawahnya telah menjadi bukti nyata betapa berlimpahnya sumber daya alam ini untuk digunakan menjadi sumber daya yang kokoh. Cerita tersebut telah memuat tentang cara menanam,memanen,mengolah dan memasak yang merupakan modal sosial nyata. Cerita pak Parmin dan ketelanya menjadi bagian dari hasil keragaman pangan lokal yang ada di Indonesia. Untuk itu mari kita bersama dengan pak Parmin dan ketelanya dalam menjaga ketersedian pangan lokal kita.

Selamat Hari Pangan
Mari Menanam Pangan
Mari Budidayakan Pangan Lokal
Menuju Indonesia Berdaulat pangan

Postingan populer dari blog ini

biodata diri